Enam Karakteristik Yang Menjadikan Bahan Tayang Menarik

Pembuatan bahan tayang memerlukan teknik tersendiri, sehingga membuat suatu slide presentasi menjadi menarik. Jika seorang pengajar bisa membuat slide presentasi yang menarik, maka bisa membantu dalam proses penyampaian materi. Tetapi jika sebuah slide presentasi seorang pengajar kurang menarik atau terkesan semrawut dapat mengganggu proses penyampaian pesan atau materi. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui beberapa karakteristik yang menjadikan suatu bahan tayang menjadi menarik.

  1. Sederhana

Karakteristik desain slide presentasi yang baik, pertama adalah sederhana. Artinya suatu slide presentasi tidak perlu terlalu banyak elemen di dalamnya. Saat ini, masih banyak pembicara atau pengajar yang desain presentasinya telalu banyak elemen sehingga malah terlihat kurang menarik, karena terlalu banyak elemen yang menjadi pusat perhatian. hal itu membuat audience kurang konsentrasi dan malah menjadi bingung.

Slide presentasi yang sederhana hanya memuat poin-poin penting saja. Seperti nama salah satu aplikasi presentasi yang sangat besar jumlah penggunanya: Powerpoint. Nama aplikasi tersebut terdiri dari 2 (dua) kata: power dan point, yang menekankan pada kata poin. Sehingga sejatinya slide presentasi digunakan hanya memuat poin-poin penting saja.

Jika suatu slide presentasi terlalu banyak teks, apalagi sampai beberapa paragraf masuk ke dalam slide tersebut, apalagi pesan yang disampaikan secara verbal oleh pembicara atau pengajar sama persis dengan isi slide-nya, maka pembicara atau pengajar tersebut tidak lagi diperlukan. Audience cukup membaca saja slide-nya. Selain itu akan membuat si pengajar atau pembicara lebih sering menghadap layar atau membelakangi audience. Hal ini tidak baik untuk dilakukan, karena perhatian audience akan lebih banyak ke slide dibandingkan ke pembicara atau pengajar sehingga membuat penguasaan kelas menjadi semakin sulit dilakukan.

Slide presentasi yang sederhana juga sebaiknya tidak terlalu banyak bullet point dan usahakan dalam satu slide hanya terdapat satu pesan saja. Hal ini agar seluruh kelas menjadi fokus. Kemudian ketika kita ingin menampilkan data, maka jangan menampilkan data mentah. Tampilkan data yang sudah diolah. Buatlah tampilan data tersebut menjadi menarik dan mudah dibaca.

  1. Kuat secara visual

Slide presentasi yang baik memiliki tampilan visual yang kuat, sehingga menjadi menarik untuk dilihat. Elemen visual tersebut antara lain foto, gambar vektor, ikon, elemen dekorasi, dan sebagainya. Pilihlah elemen visual yang baik, menarik, selaras, dan sesuai dengan pesan yang akan kita sampaikan. Pemilihan elemen visual juga perlu memperimbangkan elemen-elemen yang bisa memperkuat pesan yang ingin kita sampaikan.

Sayangnya, masih banyak pembicara atau pengajar yang menampilkan elemen visual yang terlalu ramai, padat, dan bahkan tidak berhubungan dengan pesan yang ingin disampaikan. Sehingga malah akan mengganggu konsentrasi dari audience.

  1. Kontras

Kontras bukan berarti warna tiap elemen saling bertabrakan, tetapi kontras di sini adalah antara latar belakang dan latar depan. Jika tidak adanya kontras antara latar belakang dengan latar belakang, pesan yang ingin disampaikan kepada audience akan sulit tersampaikan hanya karena tulisan tidak terbaca.

Hal penting yang bisa menjadi panduan dalam kontras ini adalah terang dan gelap. Jika latar belakang terang, maka tampilkan desain latar depan seperti elemen visual dan teks dengan desain gelap. Begitu pula sebaliknya, jika desain latar belakang gelap, maka usahakan desain latar depan bersifat terang. Pilihlah warna-warna yang sesuai, mainkan juga warna penyeimbang seperti hitam dan putih untuk memperkuat kontras ini.

  1. Skema warna dan font [ pilih bentuk huruf] yang sama seluruh slide

Banyak pembicara atau pengajar yang menggunakan skema atau font yang terlalu banyak dalam slide presentasinya, sehingga terkesan bertabrakan. Idealnya skema warna yang digunakan haruslas selaras, sehingga enak dan nyaman untuk dilihat. Jangan menggunakan terlalu banyak warna, apalagi penggunaan warna-warna dengan kontras yang terlalu berlebihan. Penggunaan font pun, jangan terlalu banyak jenisnya. Cukup gunakan maksimal 3 [tiga] font untuk keseluruhan slide presentasi. Sehingga presentasi kita berkesan konsisten.

  1. Animasi dan transisi digunakan dengan efektif

Penggunaan animasi dan transisi pada slide memang cukup membantu dalam presentasi. Apalagi animasi dan transisi bisa membuat slide menjadi semakin menarik. Namun masih banyak kesalahan dalam penggunaan animasi ini. Penggunaan animasi yang kurang tepat dapat menyebabkan audience hanya tertarik pada animasi kita saja dibandingkan pesan yang ingin kita sampaikan. Kesalahan lainnya yaitu penggunaan yang terlalu berlebihan, sehingga slide menjadi semakin ramai yang membuat audience menjadi bingung dan tidak nyaman.

  1. Tertata dengan baik

Buat slide dengan desain yang rapih, tata unsur visual dan teks dengan baik sehingga menjadi menarik. Atur tiap elemen dalam porsi yang proporsional.

Itulah 6 [enam] karakteristik yang bisa menjadikan suatu bahan tayang menjadi menarik. Bahkan bukan hanya menarik, tetapi jika 6 [enam] karakteristik ini ada di dalam bahan tayang kita, maka akan menjadikan bahan tayang kita terkesan profesional.

Penulis: Haryo Nurtiar, M.Hum

Editor: Dwi Budyarti Kurnia Sari